Menambahkan Koleksi Desktop di Linux openSUSE 11.4

Sampai sejauh ini saya sudah mencoba beberapa jenis desktop pada salah satu distro/distribusi linux favorit saya, tak lain tak bukan adalah openSUSE. Lebih sering saya menggunakan dengan lingkungan antar muka Gnome pada versi terakhir ini. Di komputer desktop (‘tower’) atau PC rakitan sudah terpasang openSUSE Gnome dan belum lama ini saya juga sudah memasang Plasma Desktop di netbook.

Desktop KDE memang sedikit agak berat di netbook dengan spek bawaannya. Mungkin dengan netbook yang mempunyai spesifikasi yang lebih tinggi mungkin tidak akan masalah dengan kendala itu. Sedikit mengurangi dari kecantikan desktop KDE itu tidak salahnya saya mencoba menambahkan desktop lain yang lebih ringan. Desktop XFCE (berlogo tikus) dan desktop LXDE bisa jadi pilihan yang tepat, tapi kali ini saya memilih desktop LXDE dengan alasan saya belum pernah mencoba desktop yang satu ini.

Memasang Desktop LXDE

Instalasi via antar muka grafis atau YaST dengan langkah klik YaST | Sofware Management. Pada tab View pilih Pattern. Jika tidak salah akan terdapat beberapa desktop yang belum terinstal jika saat instalasi awal hanya memilih satu desktop saja. Untuk versi baru untuk pilihan multi desktop saat instalasi awal via DVD sudah tidak saya temukan di versi 11.4 ini (atau ada yang saya lewatkan ya?).

Jendela YaST view pattern

Gambar 1. Jendela YaST view pattern

Nah, dari situ saya bisa menambahkan dengan mencentang desktop yang akan diinstal kemudian mengikuti langkah-langkah selanjutnya, tentu saja repo oss dan non-oss sudah terpasang dengan baik. Paket yang diunduh untuk menambahkan desktop LXDE ini tidak terlalu besar. Dengan desktop awal KDE, penambahan paket untuk desktop LXDE ini sekitar 177paket kalau tidak salah ingat. Ukuran berkas yang diunduh pun kurang dari 200Mb (saya lupa persisnya). Instalasi selesai. Keluar desktop atau log out kemudian login kembali dengan memilih desktop LXDE pada Section Menu.

Desktop LXDE on Netbook

Gambar 2. Desktop LXDE on Netbook

Pertama kali menggunakan desktop ini saya merasa seperti menggunakan windows 2000 di komputer kerja saya, sederhana dan ringan. Anda bisa mengunjungi situs mengenai semua desktop LXDE di lxde[dot]org. Jika Anda pengguna openSUSE juga bisa memasang dengan cara 1-Click Install melalui tautan berikut http://wiki.lxde.org/en/SuSE

Memasang Desktop KDE
Pada langkah ini saya terapkan di komputer desktop (PC rakitan) saya yang memang sejak awal terpasang desktop Gnome. Masih sama dengan langkah sebelumnya (via YaST), desktop KDE yang saya pilih untuk mendampingi desktop Gnome. Instalasi pun bisa rampung tidak ada kendala yang berarti. Kali ini saya bisa memaksimalkan desktop effect dengan dukungan dari kartu grafis NVidia Geforce yang tertanam di mother board PC saya.

Desktop Cube openSUSE KDE

Gambar 3. Desktop Cube openSUSE KDE

KDE pada openSUSE 11.4 sepertinya sudah nyaman di komputer saya, meski monitornya lebih sering saya gunakan untuk menonton acara televisi. Setidaknya dengan penambahan desktop KDE ini aktifitas belajar linux openSUSE sedikit termotivasi. Jika Anda sudah memasang desktop yang satu ini, Anda bisa beradu kecantikan dengan desktop bawaan dari Windows 7 yang menawan itu. Apakah Anda menyukai desktop denagn keindahan visual? Desktop KDE bisa memenuhi kebutuhan Anda. Atau bagi Anda yang menggunakan suatu komputer yang mengedepankan keindahan visual, sekadar mengetik dan untuk ber-Internetan, Anda bisa menggunakan distro yang satu ini dengan desktop KDE tanpa perlu membayar lisensi layaknya Microsoft Windows. Karena openSUSE adalah Linux, maka sebagian besar per­anti lunaknya adalah open source, disediakan secara gratis, tanpa perlu mem­beli lisensi. Kalimat-kalimat terakhir sengaja saya sadur tanpa ijin dari blognya Mas Cahya untuk promosi Linux. Have fun with openSUSE.

Advertisements

About Agung Haryono

My name is Agung Haryono. I am male, married. Enough.
This entry was posted in Belajar Linux and tagged , , , . Bookmark the permalink.

20 Responses to Menambahkan Koleksi Desktop di Linux openSUSE 11.4

  1. Cahya says:

    We he he…, saya rencananya mau nyoba Gnome Shell-nya Fedora 15, cuma bingung mau nyari komputer di mana :D.

  2. agung says:

    Mas Cahya, saya sekarang akan berusaha setia pada salah satu distro saja. :)

  3. iskandaria says:

    Sementara ini saya masih ingin fokus di Ubuntu dulu mas (dengan Unity-nya). Pengen sih nyoba-nyoba Distro lainnya. Tapi rasanya agak memakan waktu dan juga koneksi Internet. Fedora 15 aja belum saya unduh. Padahal penasaran juga dengan Gnome Shell-nya.

  4. agung says:

    Mas Is, saya sekarang malah balikan lagi sama openSUSE. Betul Mas Is, :D meluangkan waktu untuk coba-coba ditro yang lain meski mencuri waktu yang tidak sedikit (sibuk kerja dan kegiatan yang lain). Nanti kalau ada waktu mau coba juga Gnome Shell dari Fedora, sementara masih pakai KDE dulu.

  5. ardianzzz says:

    kalau saya pakau Ubuntu Netbook Remix. Di desktop tower juga pakai itu… :D

  6. FadelBlog says:

    WOW lumayan nambah + buat linux :D

  7. agung says:

    ardianzzz,
    saat ini saya lebih ‘kerasan’ dengan openSUSE–meski jarang menggunakannya juga hehe… :D

    FadelBlog,
    nambah…? :ndak mudeng :-)

  8. yudha says:

    yang kde serba ijo o_o
    cocok sama tampilannya suse

  9. agung says:

    yudha,
    kebetulan sedang suka warna hijau :-)

  10. ipul says:

    saya tetep ke jalur slackware dengan xfce4 nya mas. keren dah ringan (plus sok pinter juga , padahal oon nih saya )

  11. agung says:

    ipul,
    wah, kalau Mas Ipul pastinya sudah sehati & mahir dengan Slackware-nya–seperti ilmu padi hehe…
    Desktop xfce (berlogo tikus) memang akan terasa ringan di mesin sebuah netbook. :D

  12. alief says:

    jadi ngiri liat tampilan esktop kde nya…… :)

  13. nuralief says:

    masih setia dengan linuxmint dengan desktop gnome clasicnya mas aku

  14. Fonega says:

    3D tah? kok itu, apa cuma desktop

  15. agung says:

    alief, nuralief,
    Desktop KDE memang menawan, Mas. :D
    Sudah lama saya ndak mencoba Linux Mint lagi, sekarang lebih codong ke Green Gecko saja. :)

    Fonega,
    masih ada 3D selain untuk tampilan desktop kok. :-)

  16. ipul says:

    saya nyoba LXDE lumayan juga mas, sama-sama enteng sih. jadi alternatif ke 2 nih kayaknya :)

  17. agung says:

    Mas Ipul,
    +1 :D

  18. nearie says:

    Masih setia ama DE Gnome :D

  19. agung says:

    nearie,
    [maaf komentar sempat nyangkut di dasbor], karena memasang di PC saya pakai Gnome dan KDE sekaligus. :D

  20. seventhredz says:

    kalo saya saat ini lagi make Lubuntu 12.04, berbasis Ubuntu selain mudah buat pemula ditambah lagi penggunaan LXDE buat DE nya bikin ringan netbook AspireOne 751h yang notabene pake chipset Intel GMA500 agak ribet di Linux

Silakan tambahkan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s