Buah Tangan Dari Kampung

Tidak ada keripik belut, ceker ayam goreng maupun paru sapi goreng yang biasa saya bawa dari kampung untuk dibagikan teman-teman dekat. Balik ke Ibukota pun membawa oleh-oleh sedapatnya, bersih-bersih di tempat nenek, dapat berkas di bawah ini.

Tanda Bukti Pembayaran Iuran Televisi TVRI

Tanda Bukti Pembayaran Iuran Televisi

 

Bukti Pemabayaran Iuran (tampak belakang)

Bukti Pemabayaran Iuran (tampak belakang)

Masih teringat dulu, TV punya bapak masih berlayar hitam putih dan menggunakan sumber listrik dari aki basah (Accu).

Advertisements

About Agung Haryono

My name is Agung Haryono. I am male, married. Enough.
This entry was posted in Catatan and tagged , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Buah Tangan Dari Kampung

  1. Cahya says:

    Wah…, 25 juta zaman dulu sudah banyak sekali :D.

  2. Agung Haryono says:

    Cahya,
    Dulu gak kepikiran sampai situ, bisa nonton TV saja sudah senang–rame-rame satu RT. :D
    (balas via dasbor)

  3. Ini sebelum atau sesudah sistem materai itu ya? :D

  4. agung says:

    Willy Permana,
    Saya juga kurang tahu pak, lebih dulu dengan materai atau dengan kupon ini dan yang saya ingat, dulu hanya petugasnya datang ke rumah membawa buku besar gitu. :D

  5. ardianzzz says:

    Saya bertahan dengan tivi B&W hingga pergantian millenium. Mungkin karena itu saya jadi suka desain-desain minim warna… — dulu serasa jadi orang buta warna soalnya… :)

  6. agung says:

    ardianzzz,
    Wah kalau masih hitam&putih ndak seru untuk nonton film kartun. :D
    Hmmm… desain minim warna? Ah ya, sampai beralih ke Webstatis juga ding!.

  7. fina says:

    wah.. masih ada ya dokumen gituan, jadi ingat thn 90 an, tiap bulan ada yang menagih pajak TV

  8. Ade Truna says:

    jadi ingat pertama kali bisa membaca, tipi merek Sanyo punya bapakku hitam putih, kalo mau ada warnanya… tinggal beli kaca plastik khusus yang mengandung warna gradasi (pelangi) :)

  9. agung says:

    fina,
    Sekarang stasiun TV sudah ada yang membayar–iklan ada dimana-mana. :D

    Ade Truna,
    Ya, saya juga ingat kaca plastik itu–warna pelanginya di dominasi warna merah kalau ndak salah. :)

Silakan tambahkan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s