Mencoba Emulator Android di Ubuntu Lucid

Setelah beberapa hari yang lalu saya sudah memasang emulator Opera Mini. Layaknya peramban ponsel, tampilan antarmuka pun sama persis dengan visual di ponsel. Pemasangan emulator Opera Mini cukup beralasan bagi saya, karena ponsel SE M600i tertinggal di kampung. Ya, dengan ponsel tersebut sering saya gunakan untuk membuka aplikasi Opera Mini sebagai peramban untuk mengakses Internet di kala ada waktu (saat sedang suka ‘fesbukan’).

Kembali ke topik. Berlanjut dari obrolan dari rekan-rekan kerja yang sedang membicarakan mengenai ponsel Android. Apa itu ponsel Android? Saya sendiri juga belum tahu persisnya seperti apa. Jadi saya putuskan untuk memasang di Ubuntu Lucid Lynx. Dengan berbekal panduan dari Menjalankan Emulator Android di Ubuntu Lucid. Yah, dengan sedikit harap-harap cemas dengan koneksi Internet yang tidak bisa di ajak kebut-kebutan. Instalasi pun bisa diselesaikan oleh kartu 3 (dua puluh ribu rupiah per bulan). Kecepatan? Jangan di tanyakan.

emulator android

Emulator Android

Ternyata aplikasi emulator Android ini saya rasakan memang berat berjalan di sistem operasi Ubuntu Lucid–seperti yang di utarakan pada panduan di atas. Makanya saya jarang menggunakannya. Kalau ada yang mau mencoba—bagi yang menggunakan Ubuntu Lucid silakan ikuti tautan panduan tersebut.

Advertisements

About Agung Haryono

My name is Agung Haryono. I am male, married. Enough.
This entry was posted in Belajar Linux, Catatan and tagged , . Bookmark the permalink.

26 Responses to Mencoba Emulator Android di Ubuntu Lucid

  1. Cahya says:

    Wah, sekarang mainnya pakai Android :lol:. Saya masih pakai disable images di Opera, lumayan menghemat jatah bulanan.

  2. agung says:

    Mas Cahya,
    itu juga sekedar mencoba saja, kemudian ndak saya pakai lagi. :D
    Sudah lama juga saya tidak memakai Opera, yah, terkadang masih suka iseng menggunakan Lynx hehe.

  3. ipul says:

    kenapa ga download android untuk notebook sekalian mas, cuma 130Mb kok

  4. agung says:

    Mas Ipul,
    wah, android untuk netbook saya malah belum tahu, nanti kalau ada jatah bandwidth lebih akan saya coba mas. :D

  5. indam says:

    wew, mau jadi developer android ya?

  6. iskandaria says:

    Wah, saya gaptek banget nih soal android :P

    Masih setia pake Lucid Lynk ya mas. Kalo saya udah upgrade ke Maveeric Merkaat (10.10)

  7. agung says:

    indam,
    Saya hanya pengguna saja kok bro. :D

    iskandaria,
    Pun sama halnya dengan saya mas Is, ndak begitu tahu juga.

    Iya, masih bertahan dengan Lucid Lynx (pakai ‘x’) karena suka LTS-nya dan terbatasnya sumber daya hehe… :(
    Wah, selamat dengan Maveeric Merkaat.

  8. Fadel says:

    Kalau saya masih awam bangat dengan android mas.

    Salam kenal.. -Fadel-

  9. agung says:

    Fadel,
    jawaban yang masih sama, saya juga ndak begitu tahu dengan Android juga. :D

    Salam kenal kembali.

  10. choirul says:

    saya masih belajar beginian

  11. alief says:

    kemarin dah pernah nyobain, dan ternyata gagal dengan sukses.akhirnya demi mengobati kekecewaan beli hape android yang beneran dah…. :)

  12. agung says:

    alief,
    Wah nanti saya boleh pinjam ponsel Android punya Mas Alief, kan? :D

  13. beritaku says:

    kemarin pernah nyoba,baik di windows maupun di linux.tapi sayang belum berhasil,gak tau salah dibagian mana

  14. agung says:

    beritaku,
    Saya juga hanya mengikuti petunjuk tautan di atas (pakelinux dot com) dan berhasil. :D

  15. edda says:

    mau donk androidnya :lol:

  16. Botzzz says:

    wahh keren nich…..

  17. tomi says:

    saya baru belajar linux pake maverick mas.. aplikasi masih standar hehe..
    kalau di windows saya baru coba emulator BB :D

  18. phoneblog says:

    bener2 awam dengan android.. apakah emulator ini jg berfungsi kayak BB emulator mas?

  19. itempoeti says:

    yang dimaksud berat itu gimana Bro?

  20. agung says:

    edda,
    Instal (pasang) sendiri saja ya. :D

    Botzzz, tomi,
    Mari belajar bersama-sama hehe.

    phoneblog,
    Sependek yang saya tahu mungkin sama (sama-sama sebagai ’emulator’)

    itempoeti,
    Berat di sini maksudnya waktu muat (loading) nya terlalu lama pakde. :D
    Maka dari itu jarang saya gunakan.

  21. kangtatang says:

    gimana hasilnya?
    bagus gak pake emulator androidnya?
    he.. he…
    jadi pengen nyoba… :D

    Kang Tatang

  22. Android paling pas di ponsel Samsung Galaxy ( Enggak Promo) …luar biasa lho kecepatannya.
    So download apa saja jadi enak..dan tampilannya itu lho keren abis…

  23. saya pakai ubuntu hanya di netbook, mas agung. fitur2nya ndak semua bisa kompatibel. pingin juga install di pc. tapi cilaka, anak2 dah biasa pakai dan lewat si jendela, hiks.

  24. agung says:

    kangtatang,
    Hasilnya memuaskan dari segi tampilan TAPI lemotnya minta ampun kang :(.
    Kalau mau silakan icip-icip dulu. :D

    salesman jogja,
    Sayangnya saya ndak punya ponsel tersebut. Untuk kecepatan download kan banyak parameternya, salah satunya kartu provider apa yang dipakai. :D

    Pak Sawali,
    Saya juga memasang Ubuntu di netbook pak, jadi ya, instal yang perlu-perlu saja — sesuai kebutuhan. :D
    Kalau di PC kan bisa instal dual boot atau lebih hehe…

  25. Asop says:

    Wah, android…. :D
    Masih ga mengikuti tentang OS-OS semacam itu… :mrgreen:

  26. agung says:

    Asop,
    Ah, itu hanya emulator Android saja. Inginnya sih punya ponsel aslinya. :mrgreen:

Silakan tambahkan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s