Mengambil kiriman CD Ubuntu Lucid Lynx di kantor pos

Penantian yang tidak sia-sia, apa maksudnya? Ya kiriman CD Ubuntu dari Shipit sampai juga di tangan saya, kurang lebih 3-4 mingguan dari pemesanan. Ternyata tidak seperti dugaan saya, CD pesanan tidak langsung menghampiri di meja kerja saya tapi harus diambil sendiri ke kantor pos terdekat. Staff bagian per-suratan dan per-bingkisan ditempat saya bekerja, memberikan surat dari pihak kantor pos kepada saya (21/06/2010) dan menerangkan bahwa saya mendapat  bingkisan di kantor pos kemudian tertulis untuk segera diambil. Wah berarti harus diambil di kantor pos, ndak apa-apalah sudah lama tidak main ke kantor pos ini :D

bukti pembayaran

Surat panggilan dan bukti pembayaran dari kantor pos

Dan hari kemarin (22/06/2010) pun saya minta izin keluar kantor sebentar untuk mengambil bingkisan ini. Jarak kantor pos dengan tempat saya bekerja cukup dekat tiga puluh menit cukup untuk pulang-pergi. Sampailah ke kantor pos dan menemui petugas cek dan ricek sebentar, memang tidak antri pada jam 10-an pagi. Dua bingkisan berisi masing-masing 1 CD Ubuntu versi desktop sudah saya dapat dengan menebus Rp3.000,- untuk masing-masing bingkisan, saya kira ndak bayar!! Kata petugas kantor pos-nya buat biaya packaging (bingkis) ulang – Ah ndak apa-apa hanya enam ribu ini untuk 2 CD Ubuntu Original, ini pertama kali saya memesan CD Ubuntu lewat Shipit dan berhasil hehe.

Isi bungkusan

Isi bungkusan CD Ubuntu Lucid Lynx

Dapat dua koleksi CD Ubuntu yang menarik, ternyata pihak shipit tidak begitu pelit. Yah awalnya saya juga tidak menyangka bisa mendapatkan dari shipit. Satu CD Ubuntu versi desktop saya rasa cukup buat saya, nanti yang satu akan saya kasih ke siapa ya?

Meninjau dari rekan-rekan narablog lainnya yang sudah mendapatkan kiriman dari shipit maka saya yakin pasti juga bisa seperti mereka, berikut kesan-kesan dari mereka :

Semoga pemesanan CD ini masih bisa berkelanjutan, pesan CD gratis dari shipit :D

Terima kasih Shipit

44 thoughts on “Mengambil kiriman CD Ubuntu Lucid Lynx di kantor pos

  1. Estiko

    Hmmm… pada Ubuntu kali ini, saya mencoba untuk tidak meminta CD Ubuntu melalui Shipit. Saya lebih suka download sendiri. Selain itu, menurut seorang Begawan Linux Banyumas, lebih baik ongkos2 pengiriman CD Ubuntu tersebut digunakan untuk pengembangan. Namun, pendapat orang tentu saja berbeda.

  2. itempoeti

    waktu 9.04 dan 9.10 sempat dikirimi lewat shipit…
    tapi yg 10.04 malah gak minta dikirimi krn bisa langsung upgrade online…
    pikir2 akan lebih berguna untuk yg lain aja yg gak bisa upgrade online…

  3. agung

    kangtatang & gadgetboi,
    kata petugas kantor buat pengganti packaging ulang, padahal tidak usah di bungkus ulang juga gapapa kok, cuman di steples saja bayar enam ribu, tapi gapapa lah :D

  4. agung

    Nanang Abdullah,
    Wah saya juga kurang tahu, pelayanannya seperti itu, ya aku ikut saja

    gadgetboi,
    Iya ini awalnya juga iseng, saya buat dua akun saja dengan pesanan yang sama,
    besuk perlu disiasati nih :D

  5. agung

    mas Estiko,
    saya juga sudah mengunduh di mirror dalam negeri terlebih dahulu mas :D
    Seperti kemarin saya pesan dari shipit karena penasaran juga hehe, ya pendapat setiap orang pasti akan beragam :)

  6. agung

    itempoeti,
    9.04 sempet mengunduh dari kantor, 9.10 unduh dari warnet sendiri (patungan ding pakde)
    Wah kalau Upgrade Online saya masih pemula je pakde, jadi masih suka fresh instal :)

  7. PF

    Kalau ubuntu 9.10 studio dulunya dikirim sama Mas Estiko, sudah dikustomisasi. Lumayan dink, bisa membaya beberapa rekan bergabung di linux walaupun masih hybrid dengan windows.

  8. agung

    Ralarash,
    Bingung kenapa? :)
    terima kasih untuk undangan kontesnya

    Realodix,
    tidak apa-apa kok cuman tiga ribu ini :D

    Vulkanis,
    Hehe sebenarnya netbook sudah terpasang Ubuntu Lucid Lynx

  9. agung

    Pak Aldy,
    Wah harus pakai harap-harap cemas tuh pak kalau sampai 36 jam :)

    Saya masih sulit mengajak rekan untuk mencoba peranti terbuka ini pak, mereka sudah nyaman dengan Windows elegal :(

  10. agung

    fansmaniac,
    iya pak, katanya jika barang dari luar negeri harus segera diambil di kantor pos, repot sedikit ndak apa-apa kok pak :)

  11. agung

    Mas Ganda,
    “stress linuxnya pak Aldy.” — maksudnya? Ralat: Ou.. distro StressLinux berbasis openSUSE tho :)

    ndak itu hanya CD instalasi saja :)

  12. fajar

    duhh… nunggu lama-lama Bro. Unduh ja gratis di repo.ugm.ac.id. lau dari klaten kan deket. Sekalian download reponya. Gitu ja repot…..!!!!

  13. agung

    idebagusku (Mas Gugun),
    Saya seringnya juga mengunduh sendiri dari mirror lokal :D

    darahbiroe,
    Silakan pesan ke shipit, dan semoga beruntung hehe

  14. agung

    Realodix,
    Tiga ribu menurut saya cukup ringan di kantong lah :D.
    Jika malas menunggu, unduh sendiri saja di mirror lokal jika mempunyai akses Internet yang mumpuni.

    fajar,
    Sebelum CD kiriman datang pun saya sudah menginstal Lucid Lynx di beberapa komputer saya, ya saya mengunduh berkas ISO Ubuntu Lucid Lynx di mirror lokal (mirror kambing atau FOSS-ID). Meski saya sekarang berdomisili di Bekasi kadang masih mengunduh berkas ISO dari mirror UGM kok

    Jadi saya belum merasa repot :)

  15. grahadesain

    Loh bayar ya? tapi saya enggak pernah bayar and selalu dianterin sampek rumah ? terakhir sih pesen Ubuntu Jaunty Jackalope sepuluh biji buat temen – temen. Distro yang satu ini emang ga mengecewakan bro :)

  16. agung

    grahadesain,
    Wah kemarin adalah kebijakan dari petugas kantor pos :), tapi tidak apa-apa hanya bayar enam ribu saja kok :)
    Ya, Ubuntu memang User friendly

  17. Ping balik: Berkesempatan Memasang openSUSE 11.4 lagi | Agung Haryono Weblog™

Silakan tambahkan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s